7 Jalur Trekking Menantang Maut, Berani Coba?

ruangluas.com – Bertualang menjelajahi alam adalah salah satu kegiatan seru mengisi waktu libur. Dengan melakukan kegiatan ini seorang traveler bisa mendapatkan manfaat ganda yaitu refreshing sekaligus menyehatkan tubuh. Tapi bagaimana jika jalur trekking itu harus melewati sisi tebing dengan papan kayu sempit menghadap jurang yang menganga?

Bahaya bukanlah halangan bagi pecinta tantangan. Jalur-jalur trekking seperti El Caminito Del Rey di Spanyol melah menjadi destinasi favorit bagi mereka. Terdapat sebuah kepuasan tersendiri kala berhasil menakhlukkan trek tersebut, dan berikut 7 jalur trekking paling menantang di dunia.

1. El Caminito Del Rey – Spanyol

Setelah ditutup untuk beberapa waktu lamanya, pemerintah setempat akhirnya mengumumkan pembukaan kembali jalur trekking paling berbahaya di negaranya yaitu El Caminito Del Rey. Sempat ditutup untuk direnovasi, jalur ini kini siap menyambut para traveler pecinta tantangan untuk melintasi jalan setapak di pinggir tebing.

El Caminito Del Rey sudah sejak lama menjadi tujuan favorit para pecandu adrenalin. Mereka berbondong-bondong datang ke Spanyol selatan untuk menikmati jalur yang telah berumur ratusan tahun tersebut. Mereka yang hendak melintasi trek ini tidak perlu memiliki keahlian khusus, satu-satunya syarat yang harus dipenuhi adalah traveler harus berusia diatas 12 tahun dan tidak memiliki masalah dengan ketinggian.

Jalan setapak ini dikenal juga dengan nama lain King’s Pathway, dibangun pada tahun 1905 sebagai jalan yang menghubungkan dua pembangkit listrik tenaga air yang kini sudah ditutup. Pada tahun 2000 jalur ini menewaskan 2 traveler yang jatuh ke dasar jurang.

2. Huashan Cliffside Path – China

Huashan terletak di tenggara cekungan sungai Kuning, Selatan lembah sungai Wei dan di ujung timur Pegunungan Qinling, Provinsi Shaanxi Selatan, China. Ini merupakan bagian dari pegunungan Qin Ling, sebuah pegunungan yang membagi daratan China sebelah utara dan selatan.

Di kawasan Huashan ini terdapat dua jalan setapak di pinggir tebing, yang pertama Huashan North Peak yang berada di ketinggian 1614 m dan menjadi jalur terendah dari lima puncak utama. Yang paling terkenal adalah rute tradisional Hua Shan Yu (Hua Shan Gorge) yang dikembangkan pertama kali pada abad ke-3 masehi di masa dinasti Tang.

Jelas bahaya adalah salah satu resiko yang harus dihadapi orang yang melintasi jalur sempit nan terjal ini. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan makin membludaknya wisatawan yang berminat melintasi jalur ini maka dibangunlah semacam kereta gantung untuk mereka yang takut untuk melakukan pendakian dengan jalan kaki.

3. School 5,000ft Cliff Path – China

Tidak hanya anak-anak Indonesia saja yang harus berjuang melewati rute yang berbahaya saat pergi bersekolah. Anak-anak desa Gulucan di China bagian barat juga harus berjuang mempertaruhkan nyawa mereka setiap pagi demi bisa bersekolah.

Bocah-bocah ini harus melintasi jalan setapak yang diukir di sisi tebing gunung berketinggian lebih dari dua kilometer sebelum mereka sampai di sekolahan. Mirisnya lagi ini adalah satu-satunya jalan yang bisa mereka gunakan untuk sampai di sekolahan dan satu-satunya akses jalan di desa mereka.

4. Roche Veyrand – Perancis

Perancis adalah rumah bagi sekitar 120 via ferrata, rute pandakian ekstrim dengan jembatan gantung sempit di Pegunungan Alpen dan lokasi tertentu lainnya. Rute ini dibagi dalam beberapa kategori mulai dari yang termudah hingga yang tersulit.

Dari sekian banyak rute ada Roche Veyrand yang merupakan salah satu trek yang sangat sulit dan menantang. Jalan ini terletak di St Pierre d’Entremont, wilayah Rhône-Alpes yang membentang di bagian tenggara negara itu

Masih di kawasan ini juga terdapat banyak besi baja melengkung yang ditancapkan pada dinding tebing. Fungsinya adalah sebagai alat bantu pendaki untuk tempat mengaitkan tali pengaman mereka agar tidak jatuh.

5. Ebenalp Path – Swiss

Ebenalp adalah puncak paling utara dari Appenzell Alps, bagian dari pegunungan Alpen. Gunung ini memiliki tinggi 1.640 mdpl dan telah menjadi tujuan mendaki favorit serta telah diakses oleh kereta gantung dari Wasserauen sejak tahun 1955. Setiap tahun gunung ini mampu menarik hingga 200.000 pengunjung.

Dalam jalur pendakian tersebut terselip sebuah jalur trekking menantang yaitu Ebenalp Path. Jalan setapak ini mengarah melalui gua prasejarah Wildkirchli yang dihuni manusia purba pada 40.000 tahun yang lalu. Jalur ini akan membawa para trekker menuju sebuah tempat bekas pertapaan dari pertama terkemukan bernama Berggasthaus Aescher.

6.Yueyang’s New Paths – China

Jika jalur setapak sebelumnya telah ada sejak lama maka jalur yang satu ini baru saja dibangun. Nampak jelas terlihat salah satu pekerja sedang mempertaruhkan hidupnya membangun jalan setapak di ketinggian 300 meter dari atas tanah. Ia melakukannya tanpa menggunakan satupun tali pengaman dan terkesan mengabaikan keselamatannya.

Jalur sisi tebing ini panjangnya ratusan meter dengan lebar hanya satu meter saja dan tanpa ditambahi pagar pembatas. Trek ini bisa Anda temukan di Yueyang, Provinsi Hunan, China. Saking berbahaya dan nekadnya para pekerja itu sampai-sampai kepala konstruksi mengatakan bahwa pekerja di jalur itu harus memiliki psikologis yang stabil.

7. The Cliffs of Moher – Irlandia

Para biker yang menganggap down hill adalah atraksi yang paling menantang dari kegiatan bersepeda tunggu hingga kalian mencoba trek yang satu ini. Cliffs of Moher merupakan trek bersepeda paling berbahaya di planet ini. Para pesepeda diajak untuk melintasi jalan sempit di pinggir tebing setinggi 700 meter di atas Samudera Atlantik.

Ini merupakan trek bersepeda yang cocok buat mereka yang ingin mengalami adrenalin yang tak terlupakan. Cliffs of Moher terletak di dekat kota Doolin, Irlandia yang menawan. Trek ini sungguh menawarkan pengalaman yang benar-benar memperkaya keberanian Anda sebagai petualang sejati.

Itulah trek paling menantang di muka bumi. Sebelum mencoba salah satu trek tersebut pastikan dahulu Anda memiliki nyali yang besar dan tidak takut dengan ketinggian. Siap mencoba?

Leave a Comment