Bendungan Kuwil Sulut pasok air baku untuk tiga kabupaten/kota

ruangluas.com – Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang saat ini dibangun melalui kerja sama operasi PT Wijaya Karyadan PT Nindya Karya menyediakan air baku untuk Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado dan Kota Bitung.

“Bendungan Kuwil berfungsi menyuplai sebesar 4.500 liter per detik untuk dimanfaatkan masyarakat Kota Manado, Kota Bitung serta Kabupaten Minahasa Utara,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) I, I Komang Sudana di Manado, Selasa.

Bendungan ini juga diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air baku untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri di Kota Bitung dan KEK Pariwisata Likupang di Kabupaten Minahasa Utara.

Komang menyebutkan tujuan utama dibangun Bendungan Kuwil adalah untuk mereduksi banjir yang kerap terjadi di bagian hilir yaitu Kota Manado.

“Itu fungsi utamanya yaitu mereduksi banjir di Kota Manado,” ujarnya.

Dari sisi progres pembangunannya, kata dia, konstruksi Bendungan Kuwil Kawangkoan saat ini telah mencapai lebih 81 persen.

Pekerjaan-pekerjaan sisa yang masih dilakukan, kata dia, terkait dengan pembangunan di tubuh bendungan, ‘spill way’, penataan kawasan waruga yang dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata di Sulut.

Dia optimistis pengerjaan Bendungan Kuwil akan selesai sesuai target, pun saat ini yang masih menjadi kendala adalah curah hujan cukup tinggi yang mengguyur lokasi pekerjaan.

“Kami akan melakukan evaluasi mana-mana yang menjadi kendala, selanjutnya dikerjakan,” katanya menambahkan.

Komang mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini rencananya diresmikan Presiden pada 20 Desember 2022.

Dari sembilan bendungan di Indonesia yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo, dua di antaranya berada di Sulut yaitu Bendungan Kuwil dan Bendungan Lolak.

“Sudah evaluasi di Kementerian PUPR bahwa peresmiannya direncanakan pada 20 Desember 2022,” katanya menambahkan.

Hingga selesai konstruksi, bendungan yang dapat dijadikan salah satu destinasi wisata ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,9 triliun.

Leave a Comment