Covid Varian Baru Betul Lebih Bahaya? Ini Kata Singapura

ruangluas.com – Varian Covid-19 XBB disebut menyebar secara signifikan di Singapura. Bahkan dilaporkan dalam sebuah berita, varian itu membuat kewalahan mulai dari kamar mayat, rumah duka serta krematorium.

Pemerintah Singapura membantah keadaan gawat ini. Menurut otoritas setempat belum ada bukti XBB menyebabkan penyakit lebih parah dari varian sebelumnya.

“Belum ada bukti subvarian XBB menyebabkan penyakit yang lebih parah dari varian sebelumnya. Faktanya, data lokal kami dalam dua minggu terakhir menunjukkan bahwa kasus XBB diperkirakan memiliki risiko rawat inap 30% lebih rendah dibandingkan dengan kasus varian Omicron BA.5,” tulis otoritas setempat dikutip dari laman resmi pemerintah, Kamis (20/10/2022).

Selama satu bulan terakhir, pemerintah Singapura menyatakan tidak ada peningkatan kasus kematian karena Covid-19. “Tidak ada peningkatan kematian Covid-19 yang diamati selama sebulan terakhir,” tulis laman tersebut.

Namun Singapura memperkirakan kasus Covid-19 kemungkinan akan mencapai puncaknya pada November mendatang dengan jumlah 15 ribu per hari. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung meyakini puncak kasus itu akan langsung mengalami penurunan.

“Ini kemungkinan akan menjadi gelombang pendek dan tajam,” tegasnya akhir pekan dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Saat ini, varian XBB telah mendominasi kasus lokal di Singapura sebanyak 54% pada periode 3-9 Oktober 2022. Angka itu naik signifikan dari periode pekan sebelumnya yang hanya 22%.

“Membawa kembali mandat masker yang lebih ketat atau tindakan manajemen aman lainnya tidak dapat dikesampingkan,” jelasnya lagi menekankan ke penduduk lansia dikutip Vietnamplus.

“Kementerian sedang memantau gelombang XBB dengan cermat dan dampaknya pada sistem perawatan kesehatan untuk melihat apakah beberapa tindakan ini diperlukan”.

Leave a Comment