Diminta Promosikan IKN ke Dunia, Berikut Profil dan Kiprah Politik Tony Blair

ruangluas.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut meminta Tony Blair untuk mempromosikan Ibu Kota Negara ( IKN ) Nusantara ke dunia internasional.

Tony Blair adalah mantan Perdana Menteri Inggris dan kini ditunjuk sebagai Dewan Penasihat IKN Nusantara.

Diberitakan , Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Jokowi meminta Tony Blair mempromosikan IKN Nusantara ke kancah internasional.

“Presiden minta Tony Blair dan Tony Blair kebetulan menawarkan diri juga untuk membantu promosikan ibu kota baru ini ke internasional,” kata Luhut dalam siaran pers, Rabu (19/10/2022).

Berikut profil dan kiprah politik Tony Blair sebagaimana dilansir resmi Pemerintah Inggris.

Profil dan kiprah politik Tony Blair

Tony Blair memiliki nama lengkap Anthony Charles Lynton Blair. Dia lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada 6 Mei 1953.

Dia bergabung dengan Partai Buruh pada 1975. Pada 1983, Tony Blair berhasil mengamankan kursi parlemen dari dapil Sedgefield.

Tony Blair mengambil beberapa peran Kabinet Bayangan sebelum menjadi Menteri Dalam Negeri Bayangan pada 1992.

Pada 1994, Tony Blair memenangi kontestasi kepemimpinan Partai Buruh, yang saat itu menjadi oposisi, setelah membuat kesepakatan dengan Gordon Brown.

Tony Blair kemudian dipandang sebagai politikus jenis baru dengan kharisma luar biasa. Dia juga berhasil mereformasi Klausul IV konstitusi Partai Buruh.

Seiring berjalannya waktu, Partai Buruh menang pemilu pada 1997, memperoleh suara mayoritas di parlemen Inggris.

Tony Blair sebagai pemimpin Partai Buruh kemudian secara otomatis menjadi Perdana Menteri Inggris dan diangkat pada 2 Mei 1997.

Perubahan konstitusi penting terjadi dengan cepat kala Tony Blair memegang kekuasaan, dengan devolusi Skotlandia dan Wales, reformasi House of Lords, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, serta Undang-Undang Kebebasan Informasi.

Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada 1998 ketika proses perdamaian Irlandia Utara benar-benar mengalami kemajuan dengan Perjanjian Jumat Agung.

Dalam urusan luar negeri, Tony Blair memutuskan bergabung dengan AS melancarkan operasi pengeboman terhadap sejumlah target di Irak pada 1998.

Pada 1999, Tony Blair mempertaruhkan banyak hal untuk melindungi Kosovo. Dia juga mengumumkan keterlibatan militer yang terbatas di Sierra Leone pada 2000.

Karena kepemimpinan Tony Blair, ekonomi yang sehat, dan kinerja yang buruk dari Partai Konservatif, Partai Buruh kembali memenangi pemilu 2001.

Prioritasnya untuk masa jabatan kedua adalah meningkatkan laju reformasi sektor publik. Dia juga bermaksud untuk menyerukan referendum Inggris mengadopsi Euro, namun tak terlaksana.

Pada September 2011, serangan teroris mengguncang AS dan membuat dunia tercengang. Peristiwa yang disebut 9/11 tersebut tak ayal membuat Tony Blair bergerak cepat karena AS adalah sekutu Inggris.

Tony Blair kemudian bergabung dengan AS menginvasi Afghanistan pada 2001 dan kemudian, jauh lebih kontroversial, pada 2003 dengan invasi ke Irak.

Invasi ke Irak didasarkan atas tuduhan bahwa pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal, namun tak terbukti.

Atas faktor tersebut, bersama dengan kritik dan keraguan atas legalitas keterlibatan Inggris, membuat Tony Blair yang sebelumnya populer menjadi sosok yang memecah belah.

Meskipun demikian, Tony Blair masih memimpin Partai Buruh dan partai kembali meraih kemenangan dalam pemilu pada 2005.

Di tahun yang sama, beberapa empat titik di Kota London diguncang bom bunuh diri pada 7 Juli. Pasca-insiden tersebut, Blair mencoba memperketat kebebasan sipil.

Kebijakan Blair tersebut semakin membuat dukungan publik terhadapnya menurun.

Pada 2006, ketika perang Israel-Lebanon pecah, internal Partai Buruh mengalami perdebatan sengit.

Tony Blair dikecam oleh beberapa orang di partainya sendiri karena enggan mengkritik Israel dan dukungannya yang berkelanjutan untuk Presiden AS George W Bush.

Perpecahan di internal partai semakin mendalam hingga akhirnya Tony Blair mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris pada 27 Juni 2007.

Leave a Comment