Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, MIND ID Gandeng WIMA

ruangluas.comJakarta, CNBC IndonesiaBUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) dalam hal mendukung program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

MIND ID bermaksud mendukung program percepatan ini dengan melakukan pembelian sebanyak 48 unit sepeda motor listrik dengan merek GESITS buatan dan rakitan WIMA.

“Kerjasama ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi untuk mendukung dan mewujudkan tujuan bersama, yaitu energi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu juga sejalan dengan komitmen MIND ID dalam mendukung percepatan Kendaraan Berbasis Listrik di Indonesia,” kata Direktur Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo, Selasa (18/10/2022).

Komitmen MIND ID dalam mewujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik berbasis Baterai ini juga dibuktikan dengan ditunjuknya PT Indonesia Batery Company (IBC) untuk melakukan join studi dengan Arrival Ltd, Perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang microfactory EV sejak 2015, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan September lalu di Inggris yang disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Tohir.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini mencakup Studi Pasar dan kelayakan Proyek untuk ekspansi bisnis kendaraan listrik, kelayakan Proyek pasok Aluminium dan pasok Baterai untuk ekspansi bisnis EV di wilayah Asia Pasific.

MIND ID bersama Inalum akan ditunjuk sebagai Global Supply Chain Aluminium dan MIND ID Bersama IBC sebagai Global Supply Chain Battery. MIND ID dan ARRIVAL akan bersama mengembangkan Micro Factory untuk Commercial EV di Indonesia dan Southeast Asia dengan target market Commercial EV untuk “developing countries” yang akan berpusat di Jakarta – Indonesia.

Pembangunan dan investasi microfactory Arrival di Indonesia mendukung program pemerintah dalam menarik investor asing melakukan investasi di dalam negeri.

“Kerja sama ini sebagai bentuk komitmen nyata MIND ID dalam mewujudkan Kendaraan Listrik berbasis Baterai. Selain hal ini, Kerjasama ini tentunya juga sebagai bentuk hilirisasi pengembangan industri Aluminium dan Nikel di Indonesia,” tutup Dilo.

Sekedar informasi, Industri kendaraan listrik saat ini menjadi salah satu solusi untuk menurunkan emisi global yang kian meningkat. Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi yang cukup tinggi.

Kendaraan listrik faktanya menjadi salah satu alternatif transportasi yang ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan emisi yang menghasilkan polusi udara.

Tak heran Transisi Energi menjadi salah satu dari tiga tujuan agenda prioritas Presidensi G20 di Indonesia, disamping dua tema prioritas lainnya yaitu Sistem Kesehatan Dunia dan Transformasi Ekonomi Digital.

Demi mendukung fokus tersebut, Kementerian BUMN Menggelar SOE International Conference & Expo 2022: Driving Sustainable and Inclusive Growth yang menjadi side event dari Presidensi G20. Indonesia berkesempatan mendorong upaya dan menunjukkan kepada dunia, dukungan penuh terhadap transisi energi global.

Leave a Comment

Ruangluas.com