Jalan raya Denpasar-Gilimanuk dibuka bertahap pascabanjir bandang

ruangluas.com – Jalan raya Denpasar-Gilimanuk, Bali, mulai dibuka secara bertahap, setelah sempat ditutupkarena salah satu jembatan di Kabupaten Jembrana diterjang banjir bandang.

“Dibuka selektif untuk sepeda motor dan kendaraan kecil. Kalau kendaraan berat seperti truk belum berani melintasi jembatan itu,” kata Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar I Dewa Gde Juliana di Jembrana, Senin.

Pihaknya terus memantau kondisi jembatan di perbatasan Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo tersebut, dan tidak ragu-ragu akan menutup kembali jika dianggap berbahaya.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jembrana membuat arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk yang melewati kabupaten itu ditutup, karena salah satu jembatan

diterjang banjir dan dipenuhi material lumpur dan kayu besar saat surut.

Tim gabungan dari sejumlah institusi bekerja keras sepanjang hari dengan alat berat, untuk menyingkirkan balok-balok kayu besar yang diduga terbawa air banjir dari hutan.

Banjir bandang kali ini juga merendam ribuan rumah warga serta fasilitas umum di sejumlah lokasi di Kabupaten Jembrana.

Dialihkan

Sementara itu, kendaraan berat seperti truk arah Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya, dialihkan lewat Kabupaten Buleleng, karena jembatan di Kabupaten Jembrana yang diterjang banjir masih rawan untuk dilintasi kendaraan berat.

“Akan dilakukan penilaian dulu oleh Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jembatan ini. Akan dilakukan perbaikan dulu sebelum bisa dilintasi kendaraan berat,” kata Kapolda Bali Inspektur Jenderal Putu Jayan Danu Putra, saat melihat langsung kondisi jembatan di Kecamatan Mendoyo tersebut.

Ia mengatakan, dari pengamatan sementara ada beberapa bagian penopang jembatan yang terkikis air, yang diperkirakan tidak mampu menopang saat kendaraan berat melintasi jembatan tersebut.

Kajian sementara, katanya, beberapa bagian penopang jembatan akan dilapisi dengan plat besi, yang selain untuk memperkuat struktur jembatan, juga untuk menghindari air mengikis bagian pondasi jembatan.

“Saat ini hanya kendaraan kecil seperti sepeda motor yang diperbolehkan melintasi. Itu pun tidak boleh beriringan terlalu banyak,” katanya.

Terkait jalur alternatif yang melewati Kabupaten Buleleng dari Gilimanuk, ia mengatakan, jalur tersebut aman untuk dilalui kendaraan berat seperti truk.

“Kami tidak ingin distribusi logistik ke Bali terhambat karena jembatan ini. Truk pengangkut logistik atau yang lainnya, kami arahkan untuk lewat Kabupaten Buleleng menuju ke Denpasar, demikian juga sebaliknya,” katanya.

Karena kondisi jembatan tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan berat, ia mengatakan, truk-truk yang saat ini memadati kedua sisi jembatan akan diurai satu persatu untuk menuju jalur alternatif yaitu lewat Buleleng.

“Karena kalau menunggu disini tidak tahu sampai kapan. Lebih baik truk atau kendaraan berat lainnya putar balik lewat jalur alternatif di Kabupaten Buleleng,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai untuk selalu waspada, karena curah hujan tinggi belakangan ini.

Leave a Comment