Korban Tewas Wabah Ebola di Uganda Naik Jadi 44 Orang

ruangluas.com – Virus e bola tengah mewabah di Uganda. Sejak bulan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat korban tewas akibat penyakit menular itu telah meningkat menjadi 44 orang.

Dilansir dari AFP, Kamis (20/10/2022), Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa ada 60 kasus yang dikonfirmasi dan 20 kemungkinan dengan 44 kematian dan 25 pemulihan.

“Kami tetap khawatir bahwa mungkin ada lebih banyak rantai penularan dan lebih banyak kontak daripada yang kami ketahui di komunitas yang terkena dampak,” kata Tedros.

Korban tewas sebelumnya yang tercatat WHO pada 5 Oktober adalah 29 orang.

Presiden Yoweri Museveni pekan lalu memerintahkan untuk menerapkan lockdown atau karantina di dua distrik Uganda tengah, tempat pusat wabah ebola. Museveni memberlakukan larangan bepergian, jam malam, dan penutupan tempat-tempat umum.

Museveni juga telah memerintahkan dukun untuk berhenti mengobati orang sakit, dalam upaya untuk menghentikan penyebaran ebola. Dia memerintahkan polisi untuk menangkap siapa pun yang terinfeksi ebola yang menolak untuk diisolasi.

Pihak berwenang mengatakan wabah itu tetap terkonsentrasi di distrik pusat Mubende dan Kassanda belum mencapai Kampala, meskipun beberapa dites positif terkena virus di ibu kota.

Untuk diketahui, ebola menyebar melalui cairan tubuh dengan gejala umum demam, muntah, pendarahan dan diare. Wabah tersebut sulit dikendalikan, terutama di lingkungan perkotaan.

Kematian terakhir yang tercatat di Uganda dari wabah ebola sebelumnya adalah pada 2019. Strain tertentu yang sekarang beredar di Uganda dikenal sebagai virus Ebola Sudan, yang saat ini belum ada vaksinnya.

Leave a Comment