Penasihat Zelensky Serukan Rusia Dikeluarkan dari G20!

ruangluas.com – Penasihat kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak menyerukan agar Rusia dikeluarkan dari G20 dan forum internasional lainnya. Seruan itu dilontarkan usai rentetan serangan drone Moskow menghantam sejumlah kota Ukraina, termasuk ibu kota Kiev, hingga menewaskan sedikitnya empat orang.

“Mereka yang memberikan perintah untuk menyerang infrastruktur penting, untuk membekukan warga sipil dan mengatur mobilisasi total demi menutupi garis depan dengan mayat-mayat, tentu saja tidak bisa duduk di meja yang sama dengan para pemimpin G20,” tegas Podolyak seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (18/10/2022).

“Saatnya untuk mengakhiri kemunafikan Rusia, Federasi Rusia harus dikeluarkan dari semua platform,” cetus Podolyak yang merupakan penasihat politik untuk Presiden Volodymyr Zelensky .

Otoritas Ukraina melaporkan empat warga sipil tewas akibat serangan drone Rusia yang menghantam gedung permukiman di Kiev pada Senin (17/10) pagi waktu setempat. Wali Kota Kiev Vitali Klitschko menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang wanita yang sedang hamil.

Selain di Kiev, serangan Rusia juga mengenai beberapa wilayah lainnya di Ukraina. Menteri Dalam Negeri Denys Monastyrskyi menyebut ada korban jiwa dalam serangan-serangan di kota-kota lainnya, namun dia tidak menyebut jumlah pastinya.

Pasukan Rusia juga dilaporkan menargetkan infrastruktur penting di beberapa wilayah Ukraina pada awal pekan ini.

Belum ada tanggapan resmi dari Rusia atas seruan Podolyak tersebut. Pihak G20 juga belum memberikan responsnya.

Amerika Serikat (AS), yang juga anggota G20, mengutuk keras rentetan serangan drone Rusia yang disebut sebagai ‘kejahatan perang’. Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut serangan-serangan Rusia itu ‘terus menunjukkan kebrutalan (Presiden Vladimir) Putin’.

Sementara dalam pernyataan terpisah, Podolyak menyalahkan Iran atas kematian empat warga sipil Ukraina akibat serangan drone Rusia itu. Drone-drone ‘kamikaze’ yang digunakan Rusia dalam serangan itu diduga kuat merupakan pasokan Iran.

Podolyak memperingatkan bahwa sanksi-sanksi mungkin tidak cukup untuk mencegah Teheran agar tidak memasok drone-drone mematikan kepada Rusia.

“Sebuah negara yang menindas rakyatnya sendiri, sekarang memberikan senjata monster untuk pembunuhan massal di jantung Eropa,” sebut Podolyak dalam pernyataan via Twitter, seperti dilansir Associated Press.

Leave a Comment

Ruangluas.com