Sejarah Masjid Istiqlal: Berdiri Sejak Tahun 1978, Soekarno-Hatta Sempat Berdebat Soal Lokasi

ruangluas.com – Inilah sejarah singkat berdirinya Masjid Istiqlal , yang berlokasi di Jakarta Pusat .

Ide pembangunan masjid Istiqlal berangkat dari cita-cita besar masyarakat setelah kemerdekaan Indonesia.

KH Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama bersama beberapa ulama mengusulkan untuk mendirikan masjid, yang nantinya akan dijadikan simbol bagi Indonesia.

Kemudian pada 1953, KH Wahid Hasyim bersama H Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan Ir Sofwan serta dibantu sekitar 200 tokoh Islam pimpinan KH Taufiqorrahman mengusulkan untuk mendirikan sebuah yayasan.

Mengutip dari istiqlal.or.id , pada 7 Desember 1954, berdirilah sebuah yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H Tjokroaminoto.

Yayasan tersebut dibentuk guna mewujudkan ide pembangunan masjid nasional.

Kemudian H Tjokroaminoto menyampaikan rencana pembangunan masjid tersebut kepadaPresiden pertama, Ir Soekarno .

Kemudian Ir Soekarno pun memberikan sambutan baik terhadap rencana tersebut.

Pada saat penentuan lokasi sempat terjadi perdebatan antara Bung Karno dan wakil presiden pertama RI, Mohammad Hatta .

Pada awalnya Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jendral Van Den Bosch pada 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran.

Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi lain yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu di sekitarnya banyak dikelilingi kampung-kampung.

Menurutnya pembongkaran benteng Belanda akan memakan dana yang tidak sedikit.

Akhirnya Presiden Soekarno pun memutuskan untuk membangun masjid di lahan bekas benteng Belanda.

Pemilihan lokasi tersebut bertujuan agar masjid yang akan dibangun ini bisa memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Kemudian pada tahun 1961, dilakukan pemancangan tiang pertama oleh Presiden Ir Soekarno , tepatnya pada 24 Agustus.

Pemilihan tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Proses pembangunan masjid ini tidak berjalan lancar.

Sejak tahun 1950 sampai dengan 1965, proses pembangunan tidak mengalami banyak kemajuan.

Proyek sempat tersendat karena situasi politik yang kurang kondusif, mempengaruhi jalannya proyek pembangunan masjid ini.

Kemudian pada 1965, pembangunan masjid sempat terhenti karena adanya peristiwa G30S/PKI.

Pada akhirnya Masjid Istiqlal yang berlokasi di Jakarta ini selesai dibangun.

Pembangunan Masjid Istiqlal memakan waktu selama 17 tahun.

Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden kedua RI, Soeharto pada 22 Februari 1978.

Untuk menandai berdirinya masjid tersebut, diberilah prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam..

Pembangunan Masjid Istiqlal memakan biaya sebesar Rp 7.000.000.000 dan 12.000.000 US Dolar.

Biaya utama pembangunan Masjid Istiqlal diperoleh dari dana APBN.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Artikel lain terkait Sejarah Masjid Istiqlal

Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat, Wisata Sejarah yang Berisi Ribuan Makam Bangsawan Belanda

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Leave a Comment