Seram! Suku Ini Memiliki Tradisi Memenggal Kepala Orang Untuk Persembahan

ruangluas.com – Indonesia memiliki ratusan suku yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Dari ratusan suku tersebut, tak sedikit yang masih primitif dan memiliki tradisi aneh yang sangat mengerikan. Suku Naulu di bagian utara Pulau Seram misalnya, suku ini ternyata memiliki tradisi memenggal kepala orang untuk persembahan. Seram!

Suku Naulu mendiami Pulau Seram di Maluku. Suku ini tersebar di dua wilayah yaitu di Dusun Nuanea dan Dusun Sepa. Dibanding suku asli Pulau Seram, Suku Aifuru, Suku Naulu sebenarnya lebih fleksibel menerima modernisasi sebab suku ini sudah mengenal pakaian, bahan bakar minyak dan sebagainya. Namun tradisi yang tak lazim membuat suku ini sering dicap suku primitif.

Umumnya anggota suku ini menganut agama tradisional yang diwariskan nenek moyang mereka. Ciri utama Suku Naulu adalah adanya ikat kepala merah yang digunakan kaum pria dewasa. Suku ini sebenarnya memiliki dua tradisi yang aneh yaitu mengasingkan wanita yang sedang haid dan melahirkan serta tradisi memenggal kepala manusia sebagai persembahan. Kali ini Travelingyuk akan membahas tradisi yang kedua.

Adalah ritual Pataheri, sebuah ritual untuk mengangkat seorang anak laki-laki yang telah tumbuh mejadi dewasa. Berdasarkan tradisi pria dewasa dalam suku tersebut harus memakai ikat kepala merah yang terbuat dari kain berang. Namun untuk mendapatkan ikat kepala ini tidaklah mudah. Jika ingin mendapatkan ikat kepala merah ini sang anak harus memenggal kepala orang lain dulu barulah ia diperkenankan memakai ikat kepala merah.

Tradisi yang mengerikan ini untungnya sudah hilang sejak awal 1900-an. Namun sempat muncul kembali pada tahun 2005. Kala itu ditemukan dua mayat tanpa kepala di Kecamatan Amahai Kabuaten Maluku Tengah. Usut punya usut dua orang yang malang itu dipenggal kepalanya untuk persembahan atau ritual tradisional suku Naulu. Pelakunya pun akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Masohi.

Kini tradisi mengerikan ini telah di hapus baik untuk acara persembahan atau ritual pengangkatan anak suku menjadi pria dewasa. Sebagai gantinya, untuk mengangkat anak Suku Naulu menjadi pria dewasa, yaitu dengan menyembelih hewan kuskus sebagai persembahannya. Berani berkenalan dengan Suku Naulu? Kenapa tidak!

Leave a Comment