Serius Turunkan Emisi Karbon, Begini Strategi MIND ID

ruangluas.com – MIND ID sebagai BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia turut mendukung target pemerintah Indonesia untuk bisa mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 mendatang.

Sebagai industri yang bergerak di bidang pertambangan, tentu MIND ID memiliki andil besar dalam mencapai target tersebut. Direktur Kelembagaan MIND ID, Danny Amrul mengungkapkan pihaknya memiliki beberapa siasat dalam upaya transisi energi.

Pertama, pihaknya harus bisa menguasai lahan tambang yang saat ini masih sangat besar dan harus dapat dieksplorasi secara optimal. Lalu siasat kedua yakni penguatan hilirisasi dan kepemimpinan pasar.

“Dalam rangka itu, kita kejawantahkan melalui roadmap kita dalam penguatan kemandirian pertambangan,” ujar Danny kepada CNBC Indonesia dalam SOE Conference, Selasa (18/10/2022).

Dalam roadmap tersebut, terdapat rangka program dekarbonisasi yang diinisiasi. Elektrifikasi alat tambang adalah salah satunya. Menurut Danny banyak yang bisa diganti menjadi alat yang ramah lingkungan. Kemudian ada juga program forestasi, lewat penanaman pohon.

“Alat pertambangan juga kita rubah yang mana yang bisa kita datangkan dari luar agar alat tambang kita ramah lingkungan. Dan kita juga beyond ekosistem di luar itu, contohnya pada supplier kita terapkan green, terus kita sekarang di IBC juga ambil alih Gesits kita harus jadi role model pengguna motor Gesits. Kita harus percaya produk BUMN kita, makannya jadi role model,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya sudah menurunkan 1,5% emisi karbon di luar program dekarbonisasi dari target 15,8% pada 2030 mendatang.

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengungkapkan bahwa di Kementerian BUMN juga terus mendorong sektor pertambangan untuk bisa menurunkan emisi. Di antaranya upaya efisiensi penggunaan energi, serta melihat kesempatan menggunakan jenis energi yang memiliki emisi lebih rendah.

Kemudian yang juga didorong Kementerian BUMN yakni bagaimana sektor pertambangan bisa melihat kesempatan bahwa melakukan kegiatan hilirisasi yang nantinya dapat mendorong terjadinya transisi energi lebih baik.

“Contohnya pengembangan sektor baterai bahan utama pengembangan EV ekosistem. Ini 2 hal yang bisa dilihat kita mendorong sekali. Tadi juga di satu sesi (SOE) IBC dan MIND ID menyampaikan bahwa salah satu fokus utama pengembangan bagaimana IBC bisa mendorong pengembangan EV ekosistem di Indonesia,” tutup Pahala.

Leave a Comment

Ruangluas.com