Swasta Bakal Ikut Kelola Bandara Soekarno-Hatta

ruangluas.com – Pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan dikerjasamakan dengan swasta. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan Bandara Soetta ditawarkan untuk dikerjasamakan operasi dan pengembangannya.

Kartika mengatakan sesuai dengan aturan Kementerian Perhubungan pengelolaan bandara dapat bekerja sama dengan pihak lain. Dalam hal ini, Badan Usaha Bandar Udara dapat membentuk kerja sama operasi dengan investor. Bisa dilakukan dengan cara membentuk joint venture alias perusahaan patungan.

“Mengenai Soetta kita kan based on Permenhub yang baru, jadi intinya Angkasa Pura itu sekarang bisa kerjasamakan airport-nya dengan cara BUBU-nya (Badan Usaha Bandar Udara). Badan usahanya ini bisa dispin-off ke JV di bawahnya,” papar pria yang akrab disapa Tiko ini dalam SOE International Conference, di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (18/10/2022).

Menurut Tiko, hal semacam ini sudah lebih dulu dilakukan di Bandara Kualanamu. Angkasa Pura II bekerja sama dengan operator bandara asal India, GMR Airports Consortium, untuk melakukan kerja sama operasi Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara.

“Kita testing regulasi ini di Kualanamu Medan, kita buat JV dengan GMR untuk kelola bersama dan ada komitmen investasi GMR untuk perbaiki dan perluas Kualanamu,” ujar Tiko.

Nah, Tiko menjelaskan nampaknya pengembangan Soekarno-Hatta sudah harus kembali dilakukan. Pasalnya, pemulihan penerbangan di bandara tersebut sangat cepat.

“Problemnya paska COVID-19 ini recovery penerbangan di Soetta sangat cepat dari prediksi. Kita prediksi 100% di 2024 saat ini mungkin sudah 100%,” jelas Tiko.

Maka dari itu pemerintah berpikir Bandara Soetta sudah saatnya untuk dikerjasamakan. Pola bisnis macam di Kualanamu akan diterapkan juga di Soekarno-Hatta.

“Kami akan bikin JV CO untuk perluasan Soetta, entah nanti terminal di-inject situ semua, atau terminal baru dan terminal 3 aja,” sebut Tiko.

Namun yang jelas, Tiko menjelaskan sampai saat ini sudah banyak investor yang menaruh ketertarikan ke rencana kerja sama Soetta ini. Apalagi bandara internasional ini punya prospek pertumbuhan penumpang 100 juta orang dan disebut-sebut jadi bandara tersibuk di Asia.

“Dari sisi investor sangat tertarik sekali karena Soekarno Hatta ini menjadi one of the most bussiest airport in Asia dengan prospek penumbuhan penumpang sampai 100 juta ke depannya,” ungkap Tiko.

Leave a Comment