UIN Yogyakarta ajukan 18 prodi untuk akreditasi internasional

ruangluas.com – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajukan 18 program studi untuk mengikuti Akreditasi Internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) dan Sertifikasi Internasional AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance).

“UIN Sunan Kalijaga juga terus melakukan berbagai upaya menuju World Class University (WCU). Salah satu upaya adalah mengajukan Akreditasi Internasional dan Sertifikasi Internasional pada 2022 ini,” kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Fakhri Husein pada Pembukaan Visitasi Akreditasi Internasional dari FIBAA di UIN Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, ada 18 Program Studi yang sedang disiapkan untuk Akreditasi Internasional (FIBAA) selama satu minggu ke depan. Sebelumnya pada 10-14 Oktober 2022, dua prodi di universitas tersebut juga diajukan pada sertifikasi internasional program studi AUN-QA.

Dia mengatakan, FIBAA adalah lembaga di Eropa yang berorientasi internasional untuk penjaminan dan pengembangan kualitas dalam pendidikan tinggi. Badan Akreditasi internasional yang didirikan pada 1994 tersebut diakui di semua negara berbahasa Jerman (Jerman-Swiss-Austria).

Sementara 18 prodi yang diajukan Akreditasi Internasional FIBAA adalah prodi Studi Islam (S3), Pendidikan Bahasa Arab (S1), Pendidikan Agama Islam (S1), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S2), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (S1), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S2), Manajemen Pendidikan Islam (S1), Ilmu Hadis (S1), Studi Agama-agama (S1), Ilmu Al Quran dan Tafsir (S1), Sosiologi Agama (S1), Bimbingan dan Konseling Islam (S1), Pengembangan Masyarakat Islam (S1), Sosiologi (S1), Ilmu Komunikasi (S1), Perbankan Syariah (S1), Manajemen Keuangan Syariah (S1).

Sementara itu, dua Prodi yang diajukan dalam Sertifikasi Internasional AUN-QA sebelumnya yakni prodi Komunikasi Penyiaran Islam (S1) dan Manajemen Dakwah (S1).

Adriane Janosch mewakili tim dari FIBAA, menyampaikan selamat kepada UIN Sunan Kalijaga yang telah bergabung dalam upaya terus memajukan mutu perguruan tinggi di tingkat global. Dan selama satu minggu ke depan, pihaknya akan belajar tentang keunggulan fakultas dan program studi di UIN Sunan Kalijaga.

“Kami tahu bahwa ada kerja keras dan butuh banyak usaha untuk menjalankan prosedur pengujian ini. Oleh karena itu saya benar benar ingin semua siap ‘go Internasional’ di kampus UIN Sunan Kalijaga ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin mengatakan, bahwa FIBAA adalah akreditasi internasional, yang pertama kali diselenggarakan oleh universitas islam di Indonesia. UIN Sunan Kalijaga juga menjadi universitas islam satu-satunya di Indonesia yang terakreditasi Unggul dari BAN-PT.

“Jadi UIN Sunan Kalijaga ingin meningkatkan grade, melangkah kepada jenjang internasional. Ketua LPM beserta jajarannya telah menyiapkan untuk akreditasi ini sebaik mungkin selama dua tahun,” katanya.

Dia mengatakan, dari 18 prodi yang diajukan tersebut, dibagi menjadi lima klaster, yaitu Klaster Agama, Ekonomi, Pendidikan, Komunikasi, dan Dakwah.

Melalui FIBAA ini, kata Rektor, akan menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga yang bukan hanya Universitas Islam tertua di Indonesia, tapi juga sekaligus menjadi Universitas Islam yang memiliki Standar Internasional, siap berkompetisi secara global dengan Standar Global pula.

“Saat ini kita tidak bisa mengelak dari globalisasi, dan UIN Sunan Kalijaga melangkah menuju kesana, sebagai universitas pertama yang diakses oleh FIBAA. Untuk Program Studi yang lain, akan segera melangkah ke Akreditasi Global juga,” katanya.

Leave a Comment