Ukraina Klaim Tembak Jatuh 223 Drone Buatan Iran dalam Sebulan

ruangluas.com – Ukraina mengklaim bahwa militernya telah menembak jatuh lebih dari 220 drone buatan Iran yang digunakan Rusia dalam waktu sebulan lebih, menyusul serangan minggu ini yang menggunakan “drone kamikaze”.

“Sejak penembakan jatuh yang pertama dari drone kamikaze Shahed-136 buatan Iran di wilayah Ukraina pada 13 September, … Angkatan Udara dan komponen-komponen lain dari Pasukan Pertahanan Ukraina telah menghancurkan 223 UAV (drone) jenis ini,” kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/10/2022).

Sebelumnya, militer Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 13 drone “kamikaze” di atas wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan pada Selasa (18/10) malam waktu setempat, menurut sebuah pernyataan di Telegram, Rabu ini.

“Pada malam 18-19 Oktober, musuh menyerang wilayah Mykolaiv dua kali dengan drone-drone kamikaze ‘Shahed-136’,” demikian pernyataan Angkatan Bersenjata Ukraina seperti dilansir CNN, Rabu (19/10/2022).

“Sebelas drone ditembak jatuh oleh pertahanan udara komando udara “Selatan”, dua lagi – oleh tentara Garda Nasional Ukraina dan Dinas Perbatasan Negara Ukraina,” imbuhnya.

Ukraina telah menghadapi serangan luas pada infrastruktur penting dan sumber daya minggu ini yang melibatkan drone dan rudal jelajah.

Militer Ukraina dan intelijen Amerika Serikat menuduh Rusia menggunakan drone kamikaze atau bunuh diri buatan Iran. Para pejabat AS mengatakan kepada CNN pada bulan Juli lalu, bahwa Iran telah mulai memamerkan drone seri Shahed ke Rusia di Lapangan Terbang Kashan di selatan Teheran, ibu kota Iran, bulan sebelumnya.

Kemudian pada bulan Agustus lalu, pejabat AS mengatakan Rusia telah membeli drone-drone bunuh diri tersebut dan melatih pasukannya bagaimana menggunakannya. Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rusia telah memesan 2.400 drone Shahed-136 dari Iran.

Dilansir DW, Rabu (19/10/2022), drone Kamikaze dapat terbang dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam, sehingga menghasilkan suara yang dapat didengar jauh sebelum drone itu menyerang.

Meskipun serangan pesawat tak berawak ini telah berulang kali mengakibatkan banyak kematian, para ahli mengatakan perangkat ini tidak terlalu efektif.

Jeremy Binnie dari perusahaan analisis pertahanan Inggris Jane’s Defense Weekly kepada AFP mengatakan, drone bunuh diri itu tidak terlalu dapat diandalkan karena tidak dirakit dengan baik. Selain itu, muatan bahan peledak pada drone-drone ini juga “relatif sedikit”. Menurut Binnie, senjata tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap jalannya konflik perang antara Rusia dan Ukraina.

Leave a Comment