Ukraina Salahkan Iran Atas Serangan Drone ‘Kamikaze’ Tewaskan 4 Orang

ruangluas.com – Otoritas Ukraina juga menyalahkan Iran atas kematian empat warga sipil akibat serangan drone Rusia pada Senin (17/10) waktu setempat. Drone-drone ‘kamikaze’ yang digunakan Rusia dalam serangan itu diduga kuat merupakan pasokan Iran.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (18/10/2022), hal itu disampaikan oleh Mykhailo Podolyak yang merupakan penasihat top Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky usai rentetan serangan drone Rusia menghantam beberapa wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kiev.

Podolyak memperingatkan bahwa sanksi-sanksi mungkin tidak cukup untuk mencegah Teheran agar tidak memasok drone-drone mematikan kepada Rusia.

“Sebuah negara yang menindas rakyatnya sendiri, sekarang memberikan senjata monster untuk pembunuhan massal di jantung Eropa,” sebut Podolyak dalam pernyataan via Twitter.

Lebih lanjut disebutkan Podolyak bahwa tidak akan ada ‘konsesi untuk totalitarianisme’. Podolyak juga menyerukan agar kelompok negara-negara kaya dan berkembang yang tergabung dalam G20 mendepak Rusia.

Sebelumnya, kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, menyebut serangan Rusia pada Senin (17/10) pagi dilakukan dengan menggunakan drone ‘kamikaze’ atau drone bunuh diri.

Drone ‘kamikaze’ merupakan sistem senjata udara yang mampu melepaskan banyak amunisi dan mampu menunggu beberapa saat di area tertentu yang diidentifikasi sebagai target potensial. Drone jenis ini hanya menyerang satu kali begitu aset musuh teridentifikasi.

Ukurannya yang kecil dan sifatnya yang portabel membuat drone ‘kamikaze’ mudah diluncurkan, dengan keuntungan utamanya adalah sulit dideteksi dan bisa diluncurkan dari jarak jauh. Nama ‘kamikaze’ merujuk pada fakta bahwa drone jenis ini hanya sekali pakai — berbeda dengan drone lainnya yang kembali ke markas usai menjatuhkan rudal.

Intelijen Ukraina dan Amerika Serikat (AS) menduga Rusia menggunakan drone-drone buatan Iran jenis Shahed-136 — jenis drone ‘kamikaze’ — dalam rentetan serangan udara di wilayah Ukraina beberapa waktu terakhir.

Otoritas Iran berulang kali membantah telah mengirimkan ribuan drone ke Rusia. Dalam bantahan pada Sabtu (15/10) lalu, seperti dilansir AFP, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Hossein Amir-Abdollahian ‘menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah dan tidak akan menyediakan senjata apa pun untuk digunakan dalam perang di Ukraina’.

Sedikitnya empat orang tewas akibat serangan drone Rusia yang menghantam gedung permukiman di Kiev pada Senin (17/10) waktu setempat. Wali Kota Kiev Vitali Klitschko menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang wanita yang sedang hamil.

Leave a Comment